GAMBARAN PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN, MANIFESTASI KLINIS, FAKTOR RISIKO, DAN STADIUM

  • Endah Hamidah Abbas Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Ilma Fiddiyanti Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Ashria Tiara Agustina Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Ris Kristiana Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia

Abstract

Karsinoma hepatoseluler merupakan keganasan berasal dari sel hepatosit. Kanker ini menjadi penyebab kematian terbanyak ke-3 di seluruh dunia akibat kanker pada tahun 2020. Pasien karsinoma hepatoseluler banyak terdiagnosa pada stadium akhir dimana prognosis buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien karsinoma hepatoseluler di Rumah Sakit UmumPusat Dr. Hasan SadikinBandung periode 2018-2020.Penelitian inimenggunakan metode deskriptif dengan sampel dari data rekam medis pasien terdiagnosa karsinoma hepatoseluler dari bagian Rekam Medis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2018-2020 dengan teknik pengambilan totalsampling. Hasil penelitian didapatkan 156 pasien terdiagnosa karsinoma hepatoseluler dengan 69 pasien memenuhi kriteria inklusi. Faktor risiko terbanyak adalah sirosis hati dengan 27 pasien (39,1%). Kelompok usia 56-65 tahun merupakan kelompok dengan diagnosa terbanyak dengan 21 pasien (30,4%). Laki-laki lebih banyak ditemukan dibanding wanita dengan perbandingan 3:1. Manifestasi klinis terbanyak ditemukan adalah nyeri abdomen dan letargia masing-masing sebanyak 20 pasien (29,0%). Stadium D menurut Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) merupakan stadium terbanyak ditemukan dengan 26 pasien (37,7%). Dapat disimpulkanbahwa sirosis hepatis merupakan faktor risiko terbanyak karsinoma hepatoseluler. Banyak diderita pada usia tua, jenis kelamin laki-laki, dan manifestasi klinis terbanyak nyeri abdomendan letargia dengan stadium terbanyak menurut BCLC adalah stadium D. Pada sirosis hati, terjadi aktivasi sel stelata hati menyebabkan proliferasi sel hepatosit terus-menerus yang menjadi faktor risiko terbanyak penelitian ini. Karsinoma hepatoseluler banyak terjadi pada laki-laki disebabkan reseptor androgen berikatan EZH2 memiliki efek hambatan gen p-53.


 


Kata kunci : Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC), hepatosit, karsinoma hepatoseluler


DOI : 10.35990/mk.v7n0.p37-47

References

1. Markman M. Carcinoma [Internet].
2021 [cited 2021 Aug 27]. Available
from: https://www.cancercenter.com/
carcinoma.
2. Mescher AL. Junqueira Basic
Histology. 14th ed. The McGraw-Hill
Companies, editor. Vol. 1.
Bloomington: The McGraw-Hill
Companies; 2016. p. 384–392
3. Watson J. Primary and secondary liver
tumours. Sage journals. 2016;9(8).
4. Balogh J. Hepatocelullar carcinoma.
Journal Hepatocell Carcinoma.
2016;3:41–12.
5. World Health Organization. Global
Cancer Observatory [Internet]. World
Health Organization. 2020 [cited 2021
Aug 27]. Available from:
https://gco.iarc.fr/today/data/factsheet
s/cancers/11-Liver-fact-sheet.pdf
6. Sia D. Liver cancer cell of origin,
molecullar class, and effects on
patients prognosis. American
Gastroentrology Association . 2017;
152(4):745–61.
7. Risge J. Liver Cancer [Internet]. 2020
[cited 2021 May 6]. Available from:
http:/www.healthline.com/health/liver
-cancer.2020.
8. Giannitrapani L. The changing
epidemiology of hepatocelullar
carcinoma: experience of a single
center. Hindawi. 2020;2020:1–9.
9. Jasirwan COM. Risk factors of
mortality in the patients with
hepatocellular carcinoma: A
multicenter study in Indonesia.
Jasirwan COM, Hasan I, Sulaiman AS,
et al. 2019;14(15):1–11.
10. Guo H. Hepatocellular carcinoma in
elderly: Clinical characteristics,
treatments and outcomes compared
with younger adults. Public Library of
Science One Journal One.
2017;12(9):1–13.
11. Subramaniam S. A review of
hepatocelullalar carcinoma (HCC)
staging systems. Chinese Clinical
Oncology. 2013;2(4):1–12.
12. Suresh D. Etiology of hepatocelullar
carcinoma: Special focus on fatty liver
disease. Front Oncol. 2020;10.
13. Nadhim M. Distribusi geografis dan
tingkat keparahan pasien karsinoma
hepatoseluler etiologi virus hepatitis B
di RS. Dr. Kariadi. Jurnal kedokteran
diponegoro. 2016;5(4):1291–10.
14. Puoti C. New insights on
hepatocellular carcinoma:
epidemiology and clinical aspects.
Hepatoma Res . 2018;5(4):1291–10.
MK | Edisi PIT | FK UNJANI
EH Abbas : Gambaran Pasien Karsinoma Hepatoseluler Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin,..
46
15. Charach L. Hepatocellular carcinoma.
part2: clinical presentation and
diagnosis. European medical journal .
2017;81(7):81–7.
16. Péus D. Appraisal of the karnofsky
performance statusand proposal of a
simple algorithmic system forits
evaluation. BMC Medical Informatics
and Decision Making. 2013;13(72):1–
7.
17. Purba S. Profile and risk factor of
hepatocellular carcinoma patients.
Science and Technology Publication.
2020;4:425–3.
18. Kumar V. Robbins Basic Pathology.
9th ed. Singapore: Elsevier; 2013. p.
594–632
19. Puri D. Insidensi dan karakteristik
karsinoma hepatoseluler di RSUD
Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Jurnal Sains dan Kesehatan.
2021;3(2):158–7.
20. Mak LY. Global epidemiology,
prevention, and management of
hepatocellular carcinoma. American
Society of Clinical Oncology
Educational Book. 2018;38:262–7.
21. Pusat Data Dan Informasi
Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. Situasi dan Analisis
Hepatitis [Internet]. 2014 [cited 2021
Aug 27]. Available from:
https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile
/dokumen/infodatin-hepatitis.pdf
22. Zhou F. Cholesterol metabolism: a
double-edged sword in hepatocellular
carcinoma. Frontiers in cell and
Developmental Biology. 2021;9:1–10.
23. Kresnowidjojo S. Pengantar Genetika
Medik. 1st ed. Jakarta: EGC; 2012.
168–173 p.
24. Yantie NP. Karsinoma hepatoselular
pada anak usia 11 tahun: laporan
kasus. Sari Pediatri. 2011;13(3):179–
6.
25. Korah M. Relation between sex
hormones and hepatocellular
carcinoma. Andrologia. 2015;48(9):1–
8.
26. Wei Q. Estrogen suppresses
hepatocellular carcinoma cells through
ERβ-mediated upregulation of the
NLRP3 inflammasome. Laboratory
Investigation. Laboratory
Investigation. 2015;95:804–12.
27. Song H. Androgen receptor drives
hepatocellular carcinogenesis by
activating enhancer of zeste homolog
2-mediated Wnt/ꞵ-catenin signaling.
EBio Medicine. 2018;35:155–11.
28. Aljumah AA. Clinical presentation,
risk factors, and treatment modalities
of hepatocellular carcinoma: A single
tertiary care center experience.
Hindawi. 2016;2016:1–9.
29. Karademir S. Staging of
hepatocellular carcinoma. Hepatoma.
Hepatoma Research. 2018;58:1–4.
EH Abbas : Gambaran Pasien Karsinoma Hepatoseluler Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin,..
MK | Edisi PIT | FK UNJANI 47
30. Forner Alejandro. Diagnosis and
treatment of hepatocellular carcinoma.
Update consensus document from the
AEEH, SEOM, SERAM, SERVEI and
SETH. Elsevier. 2016;146(11):511–
22.
31. Naar L HI. Liver resection for
hepatocellular carcinoma and the
barcelona clinic liver cancer criteria: is
it time to push the limits? Ann Surg
Oncol. 2020;27:2122–2.
Published
2024-01-25
How to Cite
ABBAS, Endah Hamidah et al. GAMBARAN PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN, MANIFESTASI KLINIS, FAKTOR RISIKO, DAN STADIUM. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], p. 37-47, jan. 2024. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/929>. Date accessed: 25 apr. 2024.