GAMBARAN FUNGSI TUBA EUSTASIUS PASKA ADENOIDEKTOMI PADA PASIEN TONSILOADENOIDITIS KRONIS DI POLI THT RS DUSTIRA-CIMAHI (PERIODE MARET 2020-JANUARI 2021)

  • Asti Kristianti Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi
  • Yanti Nurrokhmawati Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi

Abstract

Adenoid merupakan bagian dari cincin Waldeyer yang terletak di dinding posterosuperior nasofaring. Hipertrofi adenoid dapat menyumbat orofisium tuba eustachius di nasofaring sehingga terjadi otitis media. Adenoidektomi dilakukan pada pasien dengan gejala hipertrofi adenoid. Tindakan kuretase adenoid juga dapat menyebabkan gangguan fungsi tuba pada pasien apabila adenotom mengenai orifisium tuba eustasius. Fungsi tuba eustasius dan keadaan telinga tengah dapat diketahui melalui pemeriksaan timpanometri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran fungsi tuba sebelum dan sesudah adenoidektomi pada pasien tonsiloadenoiditis kronis hipertrofi dengan menggunakan timpanometri di Poliklinik THT RS Dustira Cimahi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analisis observasional dengan desain potong lintang (cross sectional). Pada pasien tonsiloadeniditis kronis dilakukan pemeriksaan timpanometri sebelum dan 1 minggu sesudah dilakukan adenoidektomi.  Penelitian ini dilakukan di Poliklinik THT RS Dustira Cimahi pada bulan Maret 2020-Januari 2021. Jumlah sampel yang masuk kriteria penelitian didapatkan sebanyak 10 pasien tonsiloadenoiditis kronis. Karakteristik subjek penelitian didapatkan pasien paling banyak pada usia 8 tahun dan jenis kelamin perempuan. Gambaran timpanogram pada pasien tonsiloadenoiditis kronis sebelum dilakukan adenoidektomi didapatkan 80% hasil timpanogram tipe A.  Gambaran timpanogram sesudah dilakukan adenoidektomi didapatkan 60% mengalami perubahan fungsi tuba eustachius dengan gambaran tipe B dan C. Kesimpulan pada penelitian ini adalah gambaran fungsi tuba sebelum adenoidektomi sebagian besar memiliki fungsi tuba yang normal dan sesudah adenoidektomi Sebagian besar mengalami disfungsi tuba eustachius. Hal ini dapat terjadi karena adanya pertumbuhan kembali adenoid atau jaringan limfoid sekitar tuba, dan perlukaan orifisium tuba eustasius akibat tindakan kuretase.


 


DOI : 10.35990/mk.v5n2.p138-149

References

1. Suprihati, Muyasarroh, Novel F. Pengaruh adenotonsilektomi terhadap tekanan telinga tengah, timpanogram dan kualitas anak adenotonsilitis
kronik dengan disfungsi tuba. Medica Hospitalia 2016; 3(3): 158-63.

2. Novita KD, handoko E, Indrasworo D. Hubungan antara IL-6 Adenoid dan
tonsila palatina dengan IL-6 serum pada adenotonsilitis kronis hipertrofi.
Majalah kesehatan 2018; 5(2): 94-103. Soetirto I, Hendarmin H, Bashiruddin J. Gangguan Pendengaran (Tuli).
Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD, editors. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi 7 Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012.hal 10-2.

3. Ratunanda SS, Satriyo JI, Samiadi D, Madiadipoera T, Anggraeni R. Efektivitas Terapi Kortikosteroid Intranasal pada Hipertrofi Adenoid Usia
Dewasa berdasarkan Pemeriksaan Narrow Band Imaging. Majalah
Kedokteran Bandung 2016; 48: 228-33.

4. Mescher AL. Sistem Imun dan Organ Limfoid. Dalam Hartanto H,editor.Histologi Dasar Junqueira. Edisi 12 Jakarta:Penerbit buku kedokteran EGC; 2009.hal 233-5.

5. Djaafar ZA, Helmi, Restuti RD. Kelainan Telinga Tengah. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD, editors.Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi 7 Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012.hal 57-8.

6. Passali D, Damiani V, Passali G, Passali F, Boccazzi A, Bellussi L. Structural and Immunological Characteristics of Chronically Inflamed Adenotonsillar Tissue in Childhood. American Society for Microbiology. 2004; 11(6):1154-7.

7. Rusmarjono, Soepardi EA. Faringitis, Tonsilitis, dan Hipertrofi Adenoid. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD, editors. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.
Edisi 7 Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012.hal 199-203.

8. Asroel HA, Ningsih M, Adnan A. Gambaran Ukuran Timpanogram Pada Orang Dewasa Normal di RSUP H . Adam Malik. Medan: Bagian THT-BKL FK USU, RSUP H. Adam Malik 2012.

9. Rahmawati N, Suprihati, Muyassaroh. Faktor risiko yang mempengaruhi disfungsi tuba Eustachius pada penderita rinitis alergi persisten. Oto Rhino
Laryngologica Indonesiana 2011; 41(2): 142-6.

10. Adedeji TO, Amusa YB, Aremu AA. Correlation between adenoidal nasopharyngeal ratio and symptoms of enlarged adenoids in children with adenoidal hypertrophy. African Journal of Paediatric Surgery 2016; 13(1): 14-19.


11. Stafford ND, Youngs R. Adenoid. Dalam: Oswari J, editor. Atlas Bantu
THT(Telinga Hidung Tenggorok).Jakarta: Hipokrates; 1994.hal 57.

12. Dearking AC, Lahr BD, Kuchena A, Orvidas LJ. Factors associated with revision adenoidectomy. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery 2012; 146(6): 984–90.

13. Aprilia A, Muhtadi A. Efek jangka panjang tonsilektomi dan adenoidektomi pada anak. Farmaka 2018; 16(2): 406-11.

14. Wahyuni AE, Setiawan EP, Suardana W, Putra AE. Kualitas hidup anak dengan gangguan bernapas saat tidur pra dan pasca-adenoidektomi. Denpasar: Bagian THT-BKL FK UNUD, RS Sanglah Denpasar Bali: 1–7.

15. Infokes Rumah Sakit Dustira Cimahi tahun 2018. Cimahi. 2018.

16. Infokes Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung tahun 2018. Bandung. 2018.

17. Novita KD, handoko E, Indrasworo D. Hubungan antara IL-6 Adenoid dan
tonsila palatina dengan IL-6 serum pada adenotonsilitis kronis hipertrofi. Majalah kesehatan 2018; 5(2): 94-103.
18. Dewi NK, Saputra AD, Putra ID, Suardana W. Karakteristik Penderita Adenotonsilitis Kronis Yang Telah Menjalani Tonsiloadenoidektomi.Denpasar: Sanglah Denpasar. 2015.
19. Kristianti A, Nurrokhmawati Y. Perbandingan Efektivitas Tonsiloadenoidektomi dengan dan Tanpa Guiding Endoskopi. Prosiding Sinja 2015: 17-20.
20. Egeli E, Oghan F, Ozturk O, Harputluoglu U, Yazici B. Measuring the correlation between adenoidal nasopharyngeal ratio (AN ratio) and tympanogram in children. Int J Pediatri Otorhinolaryngol 2005;69:229-233.
21. Lassman FM, Levine SC, Greenfiels D. Audiologi. Dalam: Efendi H,Santoso K,editors. Buku ajar Penyakit THT. Edisi 6: Penerbit buku kedokteran EGC; 1997.hal 57.
22. Rosmini, Suheryanto R, Surjotomo H. Hubungan derajat adenoid menggunakan teknik nasoendoskopi dengan tekanan telingah tengah. Oto Rhino Laryngologica Indonesiana 2016; 46(2): 102-9.

23. Khayat FJ, Sh. Dabbagh L. Incidence of otitis media with effusion in children with adenoid hypertrophy. Department of otolaryngology head & neck surgery, college of medicine, Hawler Medical Universit Erbil, Iraq. 2011; 15(2):57- 6
Published
2022-06-30
How to Cite
KRISTIANTI, Asti; NURROKHMAWATI, Yanti. GAMBARAN FUNGSI TUBA EUSTASIUS PASKA ADENOIDEKTOMI PADA PASIEN TONSILOADENOIDITIS KRONIS DI POLI THT RS DUSTIRA-CIMAHI (PERIODE MARET 2020-JANUARI 2021). Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 138-149, june 2022. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/433>. Date accessed: 28 sep. 2022.