POTENSI ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO

  • Sayu Putu Yuni Paryati Bagian Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
  • Awan Buana Bagian Departemen Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
  • Aria Rachmatullah Bagian Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit peradangan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes, prevalensi terjadinya akne vulgaris mencapai 90% pada remaja hingga dewasa di Indonesia pada tahun 2016. Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa linn) merupakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Senyawa yang memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah flavonoid, polifenol, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antijerawat ekstrak etanol bunga sedap malam terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes secara in vitro. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan metode difusi sumuran. Objek penelitian ini adalah bakteri P. acnes ATCC 11827 dan ekstrak etanol bunga sedap malam konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dengan kontrol positif klindamisin 10 µg/disk dan akuades sebagai kontrol negatif. Penentuan pengulangan sampel berdasarkan rumus Federer sebanyak tiga kali. Hasil pengamatan penelitian ini dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil pada konsentrasi 20% adalah 6,41±0,11 mm yang merupakan Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes dan pada konsentrasi 50% adalah 11,61±0,20 mm yang tergolong sebagai antibakteri kuat. Berdasarkan hasil statistik One Way Anova diperoleh nilai p=0,000 dan uji Post Hoc Tukey didapatkan ekstrak etanol bunga sedap malam konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 30, 40%, dan 50% mampu menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes secara sangat bermakna dibandingkan kontrol (p=0,000). Kesimpulannya adalah ekstrak etanol bunga sedap malam (P. tuberosa linn) konsentrasi 20% merupakan KHM dan konsentrasi 50% merupakan konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes secara in vitro.


 


DOI : 10.35990/mk.v5n2.p127-137

References

1. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Akne, Erupsi Akneiformis, Rosasea, Rinofima. In: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, Eds. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi kelima. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2009: 254-8.
2. Zahrah H, Mustika A, Debora K. Aktivitas Antibakteri dan Perubahan Morfologi dari Propionibacterium acnes Setelah Pemberian Ekstrak Curcuma Xanthorrhiza. Jurnal Biosains Pascasarjana 2018; Vol 20
No 3.
3. Perry A, Lambert P. Propionibacterium acnes: Infection Beyond The Skin. Expert Review of Anti-infective Theraphy 2011; Vol 9 No 12: 1149-52.
4. Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Basil Gram Positif Tidak Pembentuk Spora: Spesies Corynebacterium, Propionibacterium, Listeria, Erysipelothrix, Actinomycetes, dan Patogen Terkait. In: Mudihardi Eddy, Kuntaman, Eds. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Mikrobiologi Kedokteran. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Medika, 2005: 301-3.
5. Behzadi E, Behzadi P, Voicu C. Propionibacterium acnes and The Skin Disease of Acne Vulgaris. Romanian Journal of Clinical and Experimental Dermatology 2016; Vol 3 No 2: 118-9.
6. Indarto, Narulita W, Anggoro BS, Novitasari A. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Binahong Terhadap Propionibacterium acnes. BIOSFER: Jurnal Tadris Biologi 2019; Vol 10 No 1: 67-9.
7. Afriyanti RN. Akne Vulgaris Pada Remaja. Jurnal Majority 2015; Vol 4 No 6: 102-8.
8. Sibero HT, Putra IW, Anggraini DI. Tatalaksana Terkini Acne Vulgaris. JK Unila 2019; Vol 3 No 2: 313-9.
9. Rahmatullah RN, Jannat K, Islam M, Rahman T, Jahan R, Rahmatullah M. A Short Review of Polianthes tuberosa L. Considered a Medicinal Plant in Bangladesh. Journal of Medicinal Plants Studies 2019; Vol 7 No 1: 1-3.
10. Wardhani AP, Adhinata H, Amir NA. Phytochemical Sreenings and Antioxidant Activity Assay of Sedap Malam Flower Syrup (Polianthes tuberosa L.). Jurnal Teknoboyo Unitomo 2018; Edisi 2: 1-2.
11. Zu Y, Yu H, Liang L, Fu Y, Efferth T, Liu X, et al. Activities of Ten Essential Oils towards Propionibacterium acnes and PC-3. A-549 and MCF-7 Cancer Cells. Molecules 2010; Vol 15: 3201-3.
12. Ghosh PK, Bhattacharjee P, Das S. Antimicrobial Activity of Supercritical Carbon Dioxide Extracts of Tuberose (Polianthes tuberosa linn) Flowers Against Common Pathogens. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research 2014; Vol 5: 1279-87.
13. Setiani NA, Aulifa DL, Selynita, Septiningsih E. Phytochemical Screening and Antibacterial Activity of Flower, Stem, and Tuber of Polianthes tuberosa L. against Acne- Inducing Bacteria. Atlantis Press: Advances in Health Sciences Research 2020; Vol 26: 92-5.
14. Maiti S, Moon UR, Bera P, Samanta T, Mitra A. The In Vitro Antioxidant Capacities of Polianthes tuberosa L. Flower Extracts. Acta Physiologiae Plantarum 2014; Vol 36 No 10: 2597- 2603.
15. Rojsanga P, Bunsupa S, Brantner HA, Sithisarn P. Comparative Phytochemical Profiling and In Vitro Antioxidant Activity of Extracts from Raw Materials, Tissue-Cultured Plants, and Callus of Oroxylum indicum (L.) Vent. Hindawi: Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine 2017:1-11.
16. Fallo G. Isolasi dan Penapisan Aktinomiset Penghasil Senyawa Antimikroba. SAINTEKBU: Jurnal Sains dan Teknologi; Vol 9 No. 2: 38-46.
17. Ikhsanudin A, Mardhiyah S. Formulasi dan Uji Antijerawat Gel Ekstrak Etanol 70% Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo 2017; Vol. 5 No. 1: 416-25.
18. Amalia A, Sari I, Nursanty R. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Prosiding Seminar Nasional Biotik 2017; Vol 4 No. 1: 387-90.
19. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta; 2002.
20. Amalia A, Sari I, Nursanty R. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Prosiding Seminar Nasional Biotik 2017; Vol 4 No. 1: 387-90.
21. Marchese A, Barbieri R, Coppo E, Orhan IE, Daglia M, Nabavi SF, et al. Antimicrobial Activity of Eugenol and Essential Oils Containing Eugenol: A Mechanistic Critical Reviews in Microbiology 2017; Vol 43: 1-14.
22. Towaha J. Manfaat Eugenol Cengkeh dalam Berbagai Industri di Indonesia. Perspektif 2012; Vol 11 No 2: 79-84.
23. Górniak I, Bartoszeski R, Króliczewski J. Comprehensive review of Antimicrobial Activities of Plant Flavonoids. Phytocem Rev 2019; vol 18: 256-8.
24. Rijayanti RP, Luliana S, Trianto HF. Aktivitas Antibakteri Ekstrak etanol Mangga Bacang (Magnifera foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro. Pontianak: Kedokteran Universitas Tanjungpura 2014.
25. Habiburrohman D, Sukohar A. Aktivitas Antioksidan dan Antimikrobial pada Polifenol Teh Hijau. J Agromedicine Unila 2018; Vol 5 No.2: 587-9.
Published
2022-06-30
How to Cite
YUNI PARYATI, Sayu Putu; BUANA, Awan; RACHMATULLAH, Aria. POTENSI ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 127-137, june 2022. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/432>. Date accessed: 28 sep. 2022.