HUBUNGAN STADIUM OTITIS MEDIA AKUT DENGAN DERAJAT GANGGUAN DENGAR DI KLINIK THT RS DUSTIRA PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2020

  • Yanti Nurrokhmawati FK Unjani
  • Luthfi Nurlaela Fakultas Kedokteran Unjani
  • nabilah parashandy Fakultas Kedokteran Unjani

Abstract

Otitis media akut (OMA) adalah infeksi pada telinga tengah yang disebabkan oleh virus atau bakteri. OMA memiliki 5 stadium, diantaranya adalah stadium oklusi, stadium hiperemis, stadium supuratif, stadium perforasi, dan stadium resolusi. Penurunan pendengaran adalah salah satu gejala klinis dari OMA. Tujuan penelitian ini untuk mencari apakah ada hubungan antara stadium OMA dengan derajat gangguan dengar dan bagaimana hubungan antara kedua variabel tersebut. Desain penelitian ini menggunakan pengamatan cross sectional yang melibatkan rekam medis untuk menyeleksi kriteria eksklusi, setelah itu pasien yang sudah sesuai dengan kriteria inklusi akan dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni. Hasil analisis hubungan antara stadium OMA dengan derajat gangguan dengar menggunakan uji Chi Square Pearson memiliki P-Value = 0,001. Hasil analisis hubungan setiap stadium OMA dengan derajat gangguan dengar, memiliki nilai P-Value berbeda- beda. Stadium oklusi memiliki P-Value = 0,000, stadium hipermis memiliki P-Value = 0,000, stadium supuratif memiliki P-Value = 0,007, stadium perforasi memiliki P-Value = 0,000, dan stadium resolusi memiliki P-Value = 0,000. Maka, dapat disimpulkan dari hasil di atas menunjukan bahwa hubungan semua stadium OMA dengan derajat gangguan pendengaran di THT Poli RS Dustira adalah signifikan karena P-Value > 0,05. Hubungan yang terjadi antara stadium OMA dengan derajat gangguan dengar disebabkan oleh gangguan hantar gelombang suara. Gangguan hantaran gelombang suara ini dipengaruhi oleh beberapa komponen yang terganggu proses fisiologisnya. Komponen tersebut diantaranya:  membran timpani, tekanan di telinga tengah,  dan tulang - tulang di telinga tengah.


 


DOI : 10.35990/mk.v5n2.p112-126

References

Mangunkusumo E. Buku Teks Komprehensif ILMU THT - KL (Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala-Leher). In: Balfas A. Helmi HB, ed. Buku Teks Komperhensif Ilmu THT. EGC; 2019:Hal: 37-52, 64, 82-84,
2. Douglas R, Wormald PJ. Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery.; 2006. doi:10.1017/CBO9780511545764.020 Hal: 1-12, 68-75, 134-137, 249-259
3. Yuda A, Alam P. Prevalensi Otitis Media Akut di Provinsi Sumatera Utara. Published online 2019. Hal: 27- 32
4. DeAntonio R, Yarzabal JP, Cruz JP, Schmidt JE, Kleijnen J. Epidemiology of otitis media in children from developing countries: A systematic review. Int J Pediatr Otorhinolaryngol. 2016;85:65-74. doi:10.1016/j.ijporl.2016.03.032 Hal: 45-49
5. Utara US, Utara US, Utara US. Perbandingan Karakteristik Penderita Otitis Media Akut di RSUP H . Adam. Published online 2017. Hal: 38- 47
6. Samuel S, Kardinan B, Soeng S, et al. Karakteristik Pasien Rawat Inap Otitis Media Akut di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari-Desember 2013 The Characteristic Of Hospitalized Acute Otitis Media Patients At Immanuel Hospital Bandung During January to December 2013. Published online 2013. Hal: 3-5
7. Yuniarti D, Triola S, Fitriyasti B. Prevalensi Otitis Media Akut di RS Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2017. Heal Med J. 2019;. doi:10.33854/heme.v1i1.220. Hal: 59-63
8. Hilger PA. BUKU AJAR PENYAKIT THT. EGC; 2002. Hal: 30-38, 50, 90, 95-97
9. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD. Buku Ajar THT FK UI. Vol 53.; 2007. Hal: 10-16, 65 - 68
10. Guyton and Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Elsevier Ireland Ltd;; 2012. Hal: 626-635
11. Mahardika IWP, Sudipta IM, Wulan S, Sutanegara D, Denpasar S. Karakteristik Pasien Otitis Media Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Denpasar Periode Januari – Desember Tahun 2014. E-Jurnal Med. 2019;8(1):. hhtps://ojs.unud.ac.id/index.php.eum. Hal: 51-55
12. Eziyi JAE, Oninla OA, Salawu TO. Ear infections in primary school children of south western Nigeria. Int J Otorhinolaryngol Head Neck Surg. 2018;4(3):608. doi:10.18203/issn.2454-5929.ijohns20181850
13. Bowatte G, Tham R, Allen K, et al. Breastfeeding and childhood acute otitis media: A systematic review and meta-analysis. Acta Paediatr Int J Paediatr. 2015;104:85-95. doi:10.1111/apa.13151
14. Fitzpatrick EM, McCurdy L, Whittingham JA, et al. Hearing loss prevalence and hearing health among school-aged children in the Canadian Arctic. Int J Audiol. 2020;0(0):. doi:10.1080/14992027.2020.1731616 Hal: 1-11
15. Djaffar ZA H and RR. Kelainan Telinga Tengah Dan Dalam. Buku Ajar Ilmu Penyakit THT. 6th ed. Balai Penerbit FK UI; 2007.
16. Jane S, Joseph P, Steven L, et al. Prevalence of hearing loss and earmorbidity among adolescents and young adult in rural southern Nepal. Int J Audiol. 2010;49(5). doi:https://doi.org/10.3109/14992020903555708
17. Juni A, Rafi D, Panjaitan MMA, Utomo BSR. Profile of Chronic Otitis Media in Indonesian Christian University General Hospital, Jakarta. 2016;XXXII(2):Hal: 75-79.
Published
2022-06-30
How to Cite
NURROKHMAWATI, Yanti; NURLAELA, Luthfi; PARASHANDY, nabilah. HUBUNGAN STADIUM OTITIS MEDIA AKUT DENGAN DERAJAT GANGGUAN DENGAR DI KLINIK THT RS DUSTIRA PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2020. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 112-126, june 2022. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/213>. Date accessed: 28 sep. 2022.