IDENTIFIKASI POLA BAKTERI PADA URINE PENGGUNA KATETER DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

  • I Gede Herry Ananta Wijaya Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Rini Purbowati University of Wijaya Kusuma Surabaya

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah klinis yang sering terjadi baik di masyarakat maupun di kementerian kesehatan terkait. ISK adalah tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme abnormal di saluran kemih. Pemeriksaan kultur urine penting dalam menegakkan diagnosa ISK. Penderita yang dikatakan positif ISK bila jumlah bakteri dalam urine > 105 CFU/ml. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mikroba patogen penyebab ISK yang menggunakan kateter di RSUD DR. Soetomo Surabaya Bulan Agustus sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan 35 sampel urine ISK yang menggunakan kateter tersebut dilakukan kultur dan pengamatan secara makroskopik, mikroskopik, dan uji biokimia untuk menentukan spesies bakterinya menggunakan KB016 Hi24 Enterobacteriaceae Identification Kit. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 21 penderita ISK adalah perempuan sedangkan 14 penderita ISK adalah laki-laki . Ditinjau dari kelompok usia, kelompok usia 51-70 tahun lebih berisiko mengalami ISK yaitu sebanyak 16 kasus. Pola bakteri pada penderita ISK pengguna kateter di RSUD DR. Soetomo Surabaya bulan Agustus sampai September 2016 adalah Escherichia coli (20%), Providencia stuartii (14,28%), Klebsiella pneumonia (5,71%), dan Yeast (5,71%).


DOI : 10.35990/mk.v5n3.p244-254

References

1. Mazzulli, T. 2012. Diagnosis and management of simple and complicated urinary tract infections (UTIs), The Canadian Journal of Urology, vol. 1, hal. 42-48.
2. Priyambodo, J. Diagnosis of Upper Urinary Tract Infection Using Streptavidin Biotin Test In Urine Sediment, Folia Medica Indonesiana, Vol. 43, hal. 177- 182.
3. Wilianti, P. 2009. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksisaluran Kemih Pada Bangsal Penyakit Dalam di Rsup Dr.Kariadi Semarang Tahun 2008, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,
4. Semaradana. P. G. W. 2014. Infeksi Saluran Kemih akibat Pemasangan Kateter – Diagnosis dan Penatalaksanaan, Continuing Professional Development, Vol. 41, hal 737-740
5. Woelandary, W. 2014. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Penyakit Infeksi Saluran Kemih Pasien Rawat Inap di RS “x” Klaten Tahun 2012, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Naskah Publikasi, hal 1-13.
6. Komala, M. and Kumar S. 2013. Urinary Tract Infection: Causes, Symptoms, Diagnosis And It’s Management, Indian Journal of Research in Pharmacy and Biotechnology, Volume 1(2), hal. 226.
7. Balakrishnan, I. 2011. Dealing with Urinary Tract Infections, The Pharmaceutical Journal, Vol. 287, hal. 687-690.
8. Subandiyah, K. 2004. Pola dan Sensitivitas Terhadap Antibiotik Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Anak di RSU DR Saiful Anwar, Malang, Vol. XX, no 2, hal. 57-61.
9. Nofriaty, R. 2010. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2009, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Skripsi, hal 1-18.
10. Israr, A. Y. 2009. Infeksi Saluran Kemih (ISK), Faculty of Medicine University of Riau, Pekanbaru Riau, Karya Ilmiah, hal 1-14.
11. Vasudevan, R. 2014. Urinary Tract Infection: An Overview of the Infection and the Associated Risk Factors.School of Chemical and Biotechnology Sastra Universuty Tanjavur. India. Journal. Hal 1-15.
12. Samad, A, Marlina. 2013. Hubungan Pemasangan Kateter Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Diruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rsudza Banda Aceh Tahun 2012. PSIK FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Aceh. Journal. Hal 35-47.
13. Samirah, Darwati, Windarwati. & Hardjoeno. 2002. Pola Dan Sensitivitas Kuman Di Penderita Infeksi Saluran Kemih, Bagian Patologi Klinik FK.UNHAS, Makassar, Riset, hal 110-114.
14. Soejono, H. C. 2005. Infeksi Saluran Kemih pada Geriatri, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. , Jakarta, Tinjauan Pustaka, hal 165-168.
15. Chudlori, B. 2013. Pola Kuman Dan Resistensinya Terhadap Antibiotika Dari Spesimen Pus Di Rsud Dr. Moewardi Tahun 2012. Fakultas Farmasi Universitas Surakarta. Surakarta. Makalah. Hal 1-17.
16. Kalalo, P. dkk. 2006. Pola Bakteri Dan Tes Kepekaan Antibiotika Wanita Hamil Dengan Bakteriuria Asimtomatis. Laboratorium Patologi Klinik RSU Dr. Soetomo Surabaya. Surabaya. Journal. Hal. 103-109.
17. Rizka. Dkk. 2015. Pola Kepekaan Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Anak terhadap Berbagai Antibiotik. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Palembang.Journal. Hal 85-90.
18. Annete, E. dkk. 2010. Recurrent Urinary Tract Infection. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Journal. Hal 1084.
19. Health Topics. 2012. Urinary Tract Infection. University of Rochester. Artikel. Hal 1-2.
20. Hendarso, R. 2014. Pola Kuman Dan Hasil Uji Kepekaan Terhadap Antibiotika Dari Spesimen Urin Yang Diperiksa Di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Tahun 2011 Hingga 2013.Yogjakarta. Journal. Hal 1.
21. Anggarini R. F. 2013. Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih Oleh Multi Drug Resistant Organism pada Pasien yang Dirawat di RSUP DR Kariadi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Karya Tulis Ilmiah, hal 1 Anonim. 2012. Profil dan Panduan Informasi RS Pendidikan RSUD Dr. Soetomo. Surabaya
22. Ijong, G. Dien, A. 2011. Karakteristik Bakteri Pereduksi Merkuri (Escherichia Coli) Diisolasi Dari Perairan Pant Ai Teluk Manado. Manado. Journal. Hal 103-108.
Published
2022-09-29
How to Cite
ANANTA WIJAYA, I Gede Herry; PURBOWATI, Rini. IDENTIFIKASI POLA BAKTERI PADA URINE PENGGUNA KATETER DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 5, n. 3, p. 244-254, sep. 2022. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/207>. Date accessed: 08 dec. 2022.