DIET MEDITERANIA MENURUNKAN INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, DAN KADAR LEMAK PADA PASIEN OBESITAS

  • Endry Septiadi Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat
  • Andri Andrian Rusman Departemen Forensik, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Dewi Ratih Handayani Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Iis Inayati Rakhmat Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Nur Muhamad Rohman Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Achmad Hero Prawira Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Muhammad Akmal Rais Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
  • Rifal Aldi Anugrah Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia

Abstract

Obesitas adalah suatu keadaan berlebihnya deposit lemak tubuh yang ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 kg/m2. Obesitas dapat terjadi karena ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi yang membuat berat badan, lingkar pinggang, dan kadar lemak meningkat. Diet Mediterania yang merekomendasikan konsumsi tinggi MUFA dan PUFA serta penurunan konsumsi karbohidrat menjadi diet yang direkomendasikan untuk pasien obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama diet Mediterania dengan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak pada peserta Prolanis Klinik Healthy Life yang mengalami obesitas. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pengamatan secara kohort. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 59 pasien obesitas yang terbagi atas kelompok berdasarkan durasi diet Mediterania, yaitu kelompok satu bulan (K1), dua bulan (K2), dan tiga bulan (K3), yang dilakukan pemeriksaan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak pada akhir setiap bulannya. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Anova dilanjutkan dengan Post Hoc Duncan untuk mengetahui perbandingan setiap kelompok. Indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan kadar lemak mengalami penurunan yang signifikan dan progresif dengan bulan ketiga menunjukkan rata-rata penurunan yang paling baik yaitu sebesar 1,41 kg/m2 dengan nilai p=0,000 untuk IMT, rata-rata penurunan sebesar 6,58 cm dengan nilai p=0,000 untuk lingkar pinggang dan rata-rata penurunan yang paling baik yaitu sebesar 3,52% dengan nilai p=0,026 untuk kadar lemak. Lama diet Mediterania terbukti memengaruhi penurunan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak secara signifikan pada pasien obesitas. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa terdapat hubungan lama diet Mediterania dengan penurunan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak.


Kata Kunci: Diet Mediterania, Indeks Massa Tubuh, Kadar Lemak, Lingkar Pinggang, Obesitas  


DOI : 10.35990/mk.v4n3.p256-266

References

1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DITJEN YANKES). Obesitas. (Available from : http://yankes.kemkes.go.id/read-obesitas-8156.html) 2019. [accessed April 27th 2020]
2. Jeong U, Jae H, Ju S, Yong I, Tae-Hyung K, Seong Y et al. Comparison of World Helth Organization and Asia-Pacific Body Mass Index Classifications in COPD Patients. International Journal of COPD 2017; 12: 2465-75
3. Panuganti K, Kshirsagar R. Obesity. (Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459357/) 2019. [accessed April 6th 2020]
4. Redinger RN. The Pathophysiology of Obesity and Its Clinical Manifestations. Gastroenterology and Hepatology 2007;3:11.
5. Chooi YC, Ding C, Magkos F. The Epidemiology of Obesity. Metabolism Clinical and Experimental 2019;92:6-10.
6. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. 2018.
7. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Profil Kesehatan Jawa Barat. 2017.
8. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. 2019.
9. Yumuk V, Tsigos C, Fried M, Schindler K, Busetto L, Micic D, et al. European Guidelines for Obesity Management in Adults. Obes Facts 2015;8:402-24.
10. Davis C, Bryan J, Hodgson J, Murphy K. Definition of the Mediterranean Diet : A Literature Review. Nutrients 2015;7:9139-53.
11. Mazzocchi A, Leone L, Agostoni C, Pali-Scholl I. The Secret of the Mediterranean Diet. Does [Only] Olive Oil Matter?. Nutrients 2019;11:2941.
12. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Pelaksanaan Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS). 2017.
13. Papadaki A, Johnson L, Toumpakari Z, England C, Rai M, Toms S, et al. Validation of the English Version of the 14-Item Mediterranean Diet Adherence Screener of the PREDIMED Study, in People at High Cardiovascular Risk in the UK. Nutrients 2018;10:138.
14. Goulet J, Lapointe A, Lamarche B, Lemieux S. Effect of a Nutritional Intervention Promoting the Mediterranean Food Pattern on Anthropometric Profile in Healthy Women from the Quebec City Metropolitan Area. European Journal of Clinical Nutrition 2007;61:1293-300.
15. Olszewska M, Groth D, Szczerbinski L, et al. Epidemiology and Pathogenesis of Obesity. Post N Med 2018; 31(2): 102–5.
16. Pouwels S, Topal B, Knook MT, et al. Interaction of Obesity and Atrial Fibrilation: An Overview of Pathophysiology and Clinical Management. Expert Review of Cardiovascular Therapy 2019; 71(1): 69–84.
17. Anggraini DI, Labibah Z. Diet Mediterania dan Manfaatnya terhadap Kesehatan Jantung dan Kardiovaskular. Majority 2016;5(3):188-94.
18. Raatz SK, Conrad Z, Johnson LK, Picklo MJ, Jahns L. Relationship of the Reported Intakes of Fat and Fatty Acids to Body Weight in US Adults. Nutrients 2017;9:438.
19. Hotta K, Nakamura M, Nakata Y, Matsuo T, Kamohara S, Kotani K. INSIG2 gene rs7566605 polymorphism is associated with severe obesity in Japanese. J Hum Genet 2008;53:857–862
20. Alemany MF, Jimenez NM, Nestares T, Cosic MB, Aranda P, Aparicio VA. Mediterranean diet, tobacco consumption and body composition during perimenopause. The FLAMENCO project. Maturitas 2020;137:30-6.
21. Boghossian NS, Yeung EH, Mumford SL, Zhang C, Gaskins AJ, Wende JW, et al. Adherence to the Mediterranean Diet and Body Fat Distribution in Reproductive Aged Women. Eur J Clin Nutr 2013;67(3):289-94.
Published
2021-07-13
How to Cite
SEPTIADI, Endry et al. DIET MEDITERANIA MENURUNKAN INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, DAN KADAR LEMAK PADA PASIEN OBESITAS. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 4, n. 3, p. 256-266, july 2021. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/162>. Date accessed: 25 sep. 2021.