UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) PADA MENCIT GALUR DDY (Mus musculus)

  • Maman Djamaludin Fakultas Kedokteran UNJANI
  • Ris Kristiana
  • Bagus Yuda Permana

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) adalah salah satu tanaman di Indonesia yang dipergunakan sebagai tanaman obat alternatif seperti obat antidiare, antiinflamasi, dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak etanol daun salam (EEDS) terhadap mencit galur DDY yang dilihat dari kematian mencit, perubahan perilaku, perubahan berat badan, dan nilai indeks organ. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan 24 mencit putih jantan dan 24 mencit betina (Mus musculus) galur DDY yang dibagi menjadi 4 kelompok di setiap jenis dengan variasi dosis 1250 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB, 5000 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kematian mencit, perubahan perilaku, perubahan berat badan, dan nilai indeks organ. Indeks organ yang dinilai adalah jantung, paru-paru, hati, limpa, ginjal, testis, vesica seminalis pada mencit jantan, serta ditambah organ ovarium, uterus pada mencit betina. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun salam tidak menyebabkan kematian mencit, perubahan perilaku, perubahan berat badan, dan perubahan indeks organ mencit. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa daun salam termasuk kategori praktis tidak toksik menurut klasifikasi dari BPOM tahun 2014.


DOI : 10.35990/mk.v4n4.p355-368

References

1. Katno. Tingkat Manfaat Keamanan dan Efektifitas Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Karanganyar: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI;2008. Hal 1.
2. Survey Sosial Ekonimi Nasional (Susenas), Badan Pusat Statistik (BPS). Popularitas Pengobatan Tradisional Alternatif. Susenas. BPS. Jakarta.2017.
3. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kementerian kesehatan RI. Proporsi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Senduduk Semua Umur Berdasarkan Provinsi. KEMENKES RI. 2018.
4. WHO. WHO Traditional Medicine Strategy 2002-2005. World Health Organization Geneva. 2002.Hal.1-3.
5. Kementrian Perdagangan RI. Warta Ekspor Obat Herbal Tradisional.Jakarta: Ditjen PEN.2014.hal.2-5.
6. Dalimartha, S. Atlat Tumbuhan Obat indonesia Jilid 2. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2000. Hal. 162-163.
7. Kemenkes, RI., 2011. 100 Top Tanaman Obat. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
8. Ambari, Y. Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha Wight) pada mencit putih (Mus musculus) jantan Galur BALB-C. J Pharm Care Anwar Med. 2018;1(1).
9. Liliwirianis, et al . 2011. Preliminary Studies On Phytochemical Screening Of Ulam And Fruit From Malaysia. E-journal Of Chemistry, Volume VIII.
10. Harismah, K. dan Chusniatun, 2016. Pemanfaatan Daun Salam (Eugenia polyantha) Sebagai Obat Herbal Dan Rempah Penyedap Makanan. Warta Lpm , Pp. Vol .19 No. 2.Hal.110-118.
11. Inggrid M, Santoso H. Aktivitas Antioksidan dan Senyawa Bioaktif dalam Buah Stroberi. Bandung: LPPM Universitas Katolik Parahyangan. 2015.
12. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indoneisa Hk.00.05.4.2411. Ketentuan Pokok Pengelompokan dan Penandaan Obat Bagan Alam Indonesia. Jakarta.2004.
13. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. 2014.
14. Dalimartha, S. Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar. Jakarta: Puspa Swara; 2005.
15. Tjitrosoepomo, G. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gajah Mada University Press;1998.
16. Winarto WP, Tim Karyasari. Memanfaatkan bumbu dapur untuk mengatasi aneka penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka; 2004 hal 50.
17. Harismah, K dan Chusniatun, D. Pemanfaatan daun salam (Eugenia polyantha) sebagai obat herbal dan rempah penyedap makanan. Warta LPM Journal UMS. 2016;19(2): hal 110-118.
18. Evendi A. Uji fitokimia dan anti bakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli secara In Vitro. Mahakam Med Lab Technol J. 2017;2(1).Hal.1-9.
19. Agustina S, Ruslan R, Wiraningtyas A. Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. CAKRA Kim (Indonesian E-Journal Appl Chem. 2016;4(1).Hal.71-76.
20. Helmi A, Nelmi A, Dian H, Rosalinda R. Standarisasi ekstrak etanol Daun Eugenia cumini Merr. J Sains Tek Far. 2006;11(2).Hal.88-93.
21. Habibi AI, Firmansyah RA, Setyawati SM. Indonesian Journal of Chemical Science Skrining Fitokimia Ekstrak n -Heksan Korteks Batang Salam (Syzygium polyanthum). Indones J Chem Sci. 2018;7(1).Hal.1-4.
22. Agustina R, Indrawati DT, Masruhin MA. Aktivitas ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai antiinflamasi pada tikus putih (Rattus Norvegicus). Lab Penelit dan Pengemb FARMAKA Trop Fak Farm Univ Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. 2015.Hal.120-123.
23. Dewi IL. Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia polyantha) Terhadap Tikus Galur Wistar yang diInduksi Aloksan. 2016.
24. Ningtiyas IF, Ramadhian MR, Dokter MP, et al. Efektivitas Ekstrak Daun Salam untuk Menurunkan Kadar Asam Urat pada Penderita Artritis Gout Effectiveness of Bay Leaf Extract for Decreasing Uric Acid in Gout Arthritis Patient. 2016;5(September).Hal.105-110.
25. Aida Andriani RC. Pengaruh pemberian air rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat. JURNAL IPTEKS TERAPAN. 2016;10(Mei).Hal.112-119.
26. Djohari Rovi MP. Efektivitas rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan.PHARMACY J Fram Indones. 2015;12(Jurnal Pharmacy Vol.12 No.02 Desember 2015).Hal.176-185.
27. Samudra, A. Karakterisasi ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum Wight) dari tiga tempat tumbuh di indonesia. UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.2014;(September)
28. OECD Guideline for Testing Chemicals: Acute Oral Toxicity-Acute Toxic Class Method.2001
29. Nurlaila, Donatus IA, Sugiyanto, Wahyono D, Suhardjono D. Petunjuk Praktikum Toksikologi, 1st ed. Yogyakarta: Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada; 1992. hal.3-5, 16-30.
30. Loomis TA. Essentials of Toxicology. 3rd ed. Philadelphia: Lea & Fibiger; 1987.p.198-202.
31. Hodgson E. A Textbook of Modern Toxicology. 2nd ed. Singapore: McGraw-Hill; 2000.p.292-295.
32. Casarett LJ, Doull J. Principles Of Toxicology. In: Eaton DL, editor.Toxicology the Basic Science of Poisons. 7th ed. New York: McGraw-Hill; 2008.p.28, 31-32.
33. Lu FC. Basic Toxicology Fundamentals, Target Organs, and Risk Assessment. 5th ed. New York: Informa Healthcare USA; 2009.p.85, 108, 188-190.

34. Sherwood L. Sistem Kemih. In: Yesdelita N, editor. Human Physiology: From Cells to System. 8th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran BCG;2001.Hal.568-570.
35. Moore KL, Agur AMR. Abdomen. In: Vivi S, editor. Anatomi Klinis Dasar. Edisi 1. Jakarta: Hipokrates. 2002.Hal.125-129.
36. Bloom W, Don W. Fawcett. Buku ajar histologi. Edisi 12. Jakarta: EGC; 2002.
37. Sloane E. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2003.
38. Price A, Wilson L. Patofisiologi. Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995.Hal.1117-1119.
39. Holck GO, Miya TS, Dunham NW, Yim GKW. Laboratory Guide in Pharmacology. Burgess Publishing Company. Minnesota. 1959:25.
40. Hau J, Gerald L Van Hoosier JR. Handbook of Laboratory Animal Science.; 2005. doi:10.1201/9781420040913
41. Council. NR, Animals. C for the U of the G for the C, Laboratory U of, Research. I for LA. Committee for the Update of the Guide for the Care and Use of Laboratory Animals. Guide for the Care and Use of Laboratory Animals.; 2011. doi:10.1163/1573-3912_islam_DUM_3825.
42. Darelanko, Michael J., Hollinger, Manfred A. Handbook of Toxicology. 2nd edition. CRC Press,2002.
43. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Cara pembuatan simplisia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan makanan. Jakarta.1985.
44. Hau J, Gerald L Van Hoosier JR. Handbook of Laboratory Animal Science.Vol.2; 2005. doi:10.1201/9781420040913.
45. Utomo AW. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Alkohol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia LAMK) pada Tikus Wistar. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponogor.2008.
46. MilsS, Bone K. Principles and Practice of Phytotherapy Modern Herbal Medicine. Edinburg: Churchill Livingstone.2000.
47. Ikalot. Pertumbuhan dan Perkembangan. Jurnal Pertumbuhan dan Perkembangan 2013;7:1-6.
48. Sumiwi SA, Zuhrotun A, Hendriani R, Rizal M, Levita J, Megantara S. Subchronic Toxicity of Ethanol Extract of. 2019;11(1):30-35. doi:10.18585/inabj.v11i1.458.
49. eamanan dan Efektifitas Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Karanganyar: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI;2008. Hal 1.
50. Survey Sosial Ekonimi Nasional (Susenas), Badan Pusat Statistik (BPS). Popularitas Pengobatan Tradisional Alternatif. Susenas. BPS. Jakarta.2017.
51. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kementerian kesehatan RI. Proporsi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Senduduk Semua Umur Berdasarkan Provinsi. KEMENKES RI. 2018.
52. WHO. WHO Traditional Medicine Strategy 2002-2005. World Health Organization Geneva. 2002.Hal.1-3.
53. Kementrian Perdagangan RI. Warta Ekspor Obat Herbal Tradisional.Jakarta: Ditjen PEN.2014.hal.2-5.
54. Dalimartha, S. Atlat Tumbuhan Obat indonesia Jilid 2. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2000. Hal. 162-163.
55. Kemenkes, RI., 2011. 100 Top Tanaman Obat. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
56. Ambari, Y. Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha Wight) pada mencit putih (Mus musculus) jantan Galur BALB-C. J Pharm Care Anwar Med. 2018;1(1).
57. Liliwirianis, et al . 2011. Preliminary Studies On Phytochemical Screening Of Ulam And Fruit From Malaysia. E-journal Of Chemistry, Volume VIII.
58. Harismah, K. dan Chusniatun, 2016. Pemanfaatan Daun Salam (Eugenia polyantha) Sebagai Obat Herbal Dan Rempah Penyedap Makanan. Warta Lpm , Pp. Vol .19 No. 2.Hal.110-118.
59. Inggrid M, Santoso H. Aktivitas Antioksidan dan Senyawa Bioaktif dalam Buah Stroberi. Bandung: LPPM Universitas Katolik Parahyangan. 2015.
60. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indoneisa Hk.00.05.4.2411. Ketentuan Pokok Pengelompokan dan Penandaan Obat Bagan Alam Indonesia. Jakarta.2004.
61. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. 2014.
62. Dalimartha, S. Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar. Jakarta: Puspa Swara; 2005.
63. Tjitrosoepomo, G. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gajah Mada University Press;1998.
64. Winarto WP, Tim Karyasari. Memanfaatkan bumbu dapur untuk mengatasi aneka penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka; 2004.hal 50.
65. Harismah, K dan Chusniatun, D. Pemanfaatan daun salam (Eugenia polyantha) sebagai obat herbal dan rempah penyedap makanan. Warta LPM Journal UMS. 2016;19(2): hal 110-118.
66. Evendi A. Uji fitokimia dan anti bakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli secara In Vitro. Mahakam Med Lab Technol J. 2017;2(1).Hal.1-9.
67. Agustina S, Ruslan R, Wiraningtyas A. Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. CAKRA Kim (Indonesian E-Journal Appl Chem. 2016;4(1).Hal.71-76.
68. Helmi A, Nelmi A, Dian H, Rosalinda R. Standarisasi ekstrak etanol Daun Eugenia cumini Merr. J Sains Tek Far. 2006;11(2).Hal.88-93.
69. Habibi AI, Firmansyah RA, Setyawati SM. Indonesian Journal of Chemical Science Skrining Fitokimia Ekstrak n -Heksan Korteks Batang Salam (Syzygium polyanthum). Indones J Chem Sci. 2018;7(1).Hal.1-4.
70. Agustina R, Indrawati DT, Masruhin MA. Aktivitas ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai antiinflamasi pada tikus putih (Rattus Norvegicus). Lab Penelit dan Pengemb FARMAKA Trop Fak Farm Univ Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. 2015.Hal.120-123.
71. Dewi IL. Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia polyantha) Terhadap Tikus Galur Wistar yang diInduksi Aloksan. 2016.
72. Ningtiyas IF, Ramadhian MR, Dokter MP, et al. Efektivitas Ekstrak Daun Salam untuk Menurunkan Kadar Asam Urat pada Penderita Artritis Gout Effectiveness of Bay Leaf Extract for Decreasing Uric Acid in Gout Arthritis Patient. 2016;5(September).Hal.105-110.
73. Aida Andriani RC. Pengaruh pemberian air rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat. JURNAL IPTEKS TERAPAN. 2016;10(Mei).Hal.112-119.
74. Djohari Rovi MP. Efektivitas rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan.PHARMACY J Fram Indones. 2015;12(Jurnal Pharmacy Vol.12 No.02 Desember 2015).Hal.176-185.
75. Samudra, A. Karakterisasi ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum Wight) dari tiga tempat tumbuh di indonesia. UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.2014;(September)
76. OECD Guideline for Testing Chemicals: Acute Oral Toxicity-Acute Toxic Class Method.2001
77. Nurlaila, Donatus IA, Sugiyanto, Wahyono D, Suhardjono D. Petunjuk Praktikum Toksikologi, 1st ed. Yogyakarta: Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada; 1992. hal.3-5, 16-30.
78. Loomis TA. Essentials of Toxicology. 3rd ed. Philadelphia: Lea & Fibiger; 1987.p.198-202.
79. Hodgson E. A Textbook of Modern Toxicology. 2nd ed. Singapore: McGraw-Hill; 2000.p.292-295.
80. Casarett LJ, Doull J. Principles Of Toxicology. In: Eaton DL, editor.Toxicology the Basic Science of Poisons. 7th ed. New York: McGraw-Hill; 2008.p.28, 31-32.
81. Lu FC. Basic Toxicology Fundamentals, Target Organs, and Risk Assessment. 5th ed. New York: Informa Healthcare USA; 2009.p.85, 108, 188-190.

82. Sherwood L. Sistem Kemih. In: Yesdelita N, editor. Human Physiology: From Cells to System. 8th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran BCG;2001.Hal.568-570.
83. Moore KL, Agur AMR. Abdomen. In: Vivi S, editor. Anatomi Klinis Dasar. Edisi 1. Jakarta: Hipokrates. 2002.Hal.125-129.
84. Bloom W, Don W. Fawcett. Buku ajar histologi. Edisi 12. Jakarta: EGC; 2002.
85. Sloane E. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2003.
86. Price A, Wilson L. Patofisiologi. Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995.Hal.1117-1119.
87. Holck GO, Miya TS, Dunham NW, Yim GKW. Laboratory Guide in Pharmacology. Burgess Publishing Company. Minnesota. 1959:25.
88. Hau J, Gerald L Van Hoosier JR. Handbook of Laboratory Animal Science.; 2005. doi:10.1201/9781420040913
89. Council. NR, Animals. C for the U of the G for the C, Laboratory U of, Research. I for LA. Committee for the Update of the Guide for the Care and Use of Laboratory Animals. Guide for the Care and Use of Laboratory Animals.; 2011. doi:10.1163/1573-3912_islam_DUM_3825.
90. Darelanko, Michael J., Hollinger, Manfred A. Handbook of Toxicology. 2nd edition. CRC Press,2002.
91. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Cara pembuatan simplisia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan makanan. Jakarta.1985.
92. Hau J, Gerald L Van Hoosier JR. Handbook of Laboratory Animal Science.Vol.2; 2005. doi:10.1201/9781420040913.
93. Utomo AW. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Alkohol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia LAMK) pada Tikus Wistar. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponogor.2008.
94. MilsS, Bone K. Principles and Practice of Phytotherapy Modern Herbal Medicine. Edinburg: Churchill Livingstone.2000.
95. Ikalot. Pertumbuhan dan Perkembangan. Jurnal Pertumbuhan dan Perkembangan 2013;7:1-6.
96. Sumiwi SA, Zuhrotun A, Hendriani R, Rizal M, Levita J, Megantara S. Subchronic Toxicity of Ethanol Extract of. 2019;11(1):30-35. doi:10.18585/inabj.v11i1.458.
Published
2021-10-25
How to Cite
DJAMALUDIN, Maman; KRISTIANA, Ris; PERMANA, Bagus Yuda. UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) PADA MENCIT GALUR DDY (Mus musculus). Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 4, n. 4, p. 355-368, oct. 2021. ISSN 2655-6537. Available at: <http://medikakartika.unjani.ac.id/medikakartika/index.php/mk/article/view/146>. Date accessed: 06 dec. 2021.